Spesialis Pasang Penangkal Petir

Spesialis Pasang Penangkal Petir
KategoriUncategorized
Di lihat105 kali
Harga Rp (Hubungi CS)
Beli Sekarang
021-63870860
0812-1350-5454
sambaran petir

ERACHI PETIR

Menghitung Frekuensi Sambaran Petir di Indonesia

Tahukah anda, Indonesia ternyata salah satu negara yang memiliki frekuensi sambaran petir terbanyak di dunia. Tingkat frekuensi petir dapat dilihat dari hari guruh per tahun yang dicatat di stasiun-stasiun meteorologi milik BMKG di berbagai kota Indonesia. Apa yang dimaksud dengan Hari Guruh? Apakah hari guruh diperingati setiap tanggal 1 Mei? bukan, itu adalah Hari Buruh 🙂

Lalu apakah yang dimaksud dengan Hari Guruh ?

Hari guruh adalah banyaknya hari dimana terdengar guntur paling sedikit satu kali dalam jarak kira-kira 15 km dari stasiun meteorologi. Hari guruh per tahun diukur menggunakan Isokeraunik Level, yaitu  jumlah hari guruh dalam satu tahun di suatu wilayah yaitu garis pada peta yang menghubungkan daerah-daerah dengan rata-rata jumlah hari guruh yang sama.

Dibawah ini adalah Tabel Isokeraunik Level yang bersumber dari BMKG:

KOTA – PULAU
CURAH PETIR
I K L
TINGKAT
Alor – Nusa Tenggara Timur 39 10.56 Rendah
Amahai – Maluku 109 29.95 Sedang
Ambon – Maluku 82 22.36 Rendah
Bogor – Jawa 201 55.15 Tinggi
Banyuwangi – Jawa 101 27.56 Sedang
Bawean – Jawa 141 38.68 Sedang
Banda Aceh – Sumatera 55 15.12 Rendah
Batam – Batam 131 35.94 Sedang
Belawan – Sumatera 246 67.36 Tinggi
Balikpapan- Kalimantan 227 62.10 Tinggi
Banjarmasin – Kalimantan 85 23.18 Rendah
Bandanaira – Kep. Maluku 63 17.26 Rendah
Bima – Nusa Tenggara Barat 102 27.84 Sedang
Bitung – Sulawesi 55 15.07 Rendah
Bau-Bau – Sulawesi 137 37.54 Sedang
Cilacap – Jawa 85 23.29 Rendah
Citeko – Jawa 227 62.30 Tinggi
Curug – Jawa 20 60.22 Tinggi
Denpasar – Bali 61 16.71 Rendah
Dabo – Singkep 107 29.32 Sedang
Dumai – Sumatera 218 59.75 Tinggi
Flores – Nusa Tenggara Timur 88 24.03 Rendah
Gunung Sitoli – Sumatera 112 30.68 Sedang
Gorontalo – Sulawesi 212 58.08 Tinggi
Geser – Maluku 91 25.04 Sedang
Indramayu – Jawa 187 51.23 Tinggi
Jakarta – Jawa 193 52.88 Tinggi
Jatiwangi – Jawa 189 51.78 Tinggi
Jambi – Sumatera 76 20.74 Rendah
Jaya Pura – Irian 197 53.88 Tinggi
Kairatu – Maluku 101 27.56 Sedang
Kalianget – Madura 166 45.45 Sedang
Kupang – Nusa Tenggara Timur 79 21.60 Rendah
Kota Baru – Kalimantan 58 15.89 Rendah
Lekunik Baa – Nusa Tenggara Timur 78 21.34 Rendah
Lembang – Jawa 132 36.05 Sedang
Lokseumawe – Sumatera 201 55.07 Tinggi
Labuha – Maluku 130 35.59 Sedang
Luwuk – Kep. Maluku 110 30.25 Sedang
Majene – Sulawesi 139 38.19 Sedang
Makasar – Sulawesi 152 41.76 Sedang
Manado – Sulawesi 128 34.52 Sedang
Manokwari – Irian Jaya 162 44.41 Sedang
Masamba – Sulawesi 248 67.88 Tinggi
Mataram – Nusa Tenggara Barat 126 34.56 Sedang
Maumere – Irian Jaya 87 23.87 Rendah
Medan – Sumatera 224 61.34 Tinggi
Meulaboh – Sumatera 178 48.77 Sedang
Muara taweh – Kalimantan 267 73.20 Tinggi
Nanga Pinoh – Kalimantan 112 30.82 Sedang
Naha – Sulawesi 72 19.62 Rendah
Namlea – Maluku 69 18.90 Rendah
Padang Panjang – Sumatera 122 33.47 Sedang
Palembang – Sumatera 156 42.67 Sedang
Pang Brandan – Sumatera 214 58.60 Tinggi
Pangkal Pinang – Kalimantan 118 32.33 Sedang
Palu – Sulawesi 182 49.73 Sedang
Pangkalan Bun – Kalimantan 237 65.04 Tinggi
Paloh – Kalimantan 188 51.56 Tinggi
Palangkaraya – Kalimantan 298 81.68 Tinggi
Pontianak – Kalimantan 219 60.00 Tinggi
Putussibau – Kalimantan 169 46.30 Sedang
Poso – Sulawesi 127 34.79 Sedang
Riau – Sumatera 217 59.33 Tinggi
Semarang – Jawa 148 40.63 Sedang
Serang – Jawa 112 30.01 Sedang
Surabaya – Jawa 159 43.56 Sedang
Sumbawa Besar – Nusa Tenggara Barat 119 32.61 Sedang
Sibolga – Sumatera 158 43.29 Tinggi
Subang – Jawa 31 8.55 Rendah
Samarinda – Kalimantan 172 47.06 Sedang
Susilo Sintang – Kalimantan 144 39.45 Sedang
Saumlaki – Maluku 83 22.83 Rendah
Sorong – Irian Jaya 147 40.27 Sedang
Tanjung Karang – Sumatera 112 30.68 Sedang
Tanjung Pandan – Sumatera 46 12.6 Rendah
Tanjung Pinang – Sumatera 148 40.61 Sedang
Tanjung Selor – Sumatera 88 24.2 Rendah
Tarempa – Sumatera 74 20.27 Rendah
Tegal – Jawa 198 54.34 Tinggi
Ternate – Maluku 130 35.73 Sedang
Tual – Maluku 26 7.12 Rendah
Timika – Irian Jaya 149 40.9 Sedang
Toli-Toli – Sulawesi 132 36.05 Sedang
Tuntu – Sumatera 204 55.89 Tinggi
Waingapu – Nusa Tenggara Timur 107 29.38 Sedang
Wamena – Irian Jaya 39 10.68 Rendah

 

Frekuensi Sambaran Petir

Tingkat Kerawanan Petir

  • Tinggi : IKL > 50%
  • Sedang : 25% < IKL < 50%
  • Rendah : IKL < 25%

Lalu timbul pertanyaan, kenapa tingkat frekuensi sambaran petir di Indonesia sangat tinggi se dunia? Bahkan Kota Bogor pernah tercatat dalam Guiness Book of World Record sebagai Kota Petir sedunia dengan jumlah sambaran 1.555 kali dan 1.151 kali dalam sehari tercatat pada tanggal 6 April 2007 dan 17 November 2006. Lebih besar dibanding Brasil, Amerika Serikat, dan Afrika Selatan, masing-masing 140, 100, 60 hari per tahun.

Jawabannya adalah:

Karena Indonesia berada di daerah ekuatorial yang menerima insolasi dalam jumlah besar dengan hampir 70 persen wilayah merupakan perairan, Indonesia memiliki penguapan atau jumlah uap air yang besar. Dari tiga wilayah ekuator, seperti ekuator Afrika, ekuator Indonesia dan ekuator Amerika, maka Indonesia merupakan daerah konvektif paling aktif, sehingga tiga persyaratan terbentuknya awan petir mudah terpenuhi. Apa saja 3 persyaratan itu?

  • udara lembab dalam lapisan tebal 3 km;
  • adanya insulasi yang memanasi permukaan tanah dan udara di atasnya; serta
  • atmosfer yang tidak stabil secara konvektif atau ada gaya apung termal bernilai positif adalah syarat yang bisa terpenuhi.

Sehingga tidak mengherankan jika jumlah hari guruh di Indonesia bisa mencapai 100 atau lebih per tahunnya. Demikian menurut Prof. Dr. Ir. Tarcicius Haryono, M.Sc –> baca disini oleh karena itu, bila anda beraktivitas di kota dengan tingkat IKL tinggi, maka selalu waspada dan berlindung bila cuaca sedang rawan.

Share Button